Rabu, 24 Desember 2014

catatan kedua saya

Assalamualaikum wr. wb.
haiiii, kita jumpa lagi dengan banyak cerita yang ingin saya bagikan ke kalian semua.
tau kah kalian bahwa perjuangan untuk mendapatkan sesuatu itu sangatlah mudah namun untuk mempertahankannya itu yang sulit. kalian pasti pernah merasakannya bukan? nah, meyakinkan diri dan memotivasi diri sendiri mungkin salah satu cara yang menurut saya sangat gampang dan mudah untuk memperkuat diri menghadapi segala masalah yang sedang kita hadapi. dengan memotivasi diri sendiri kalian tentu mempunyai semangat lagi untuk memperjuangkan apa yang telah kalian perjuangkan itu. tetapi ada beberapa hal yang bisa menghambat itu semua
1. rasa tidak percaya diri
2. putus asa
3. melawan rasa malas diri sendiri
nah, itu hanya beberapa hambatan yang dapat membuat kita merasa tidak mampu untuk mempertahankan yang sudah diperjuangkan tersebut.
tanamkanlah jiwa pantang menyerah pada diri kalian, lawan rasa malas kalian dan saya yakin kalian akan medapatkan hasil yang kalian inginkan.
saya punya cerita, ketika saya semester I saya merasa tidak mampu memahami pelajaran trigonometri. kalian tau kan trigonometri itu apa? hehe. iya pelajaran yang membahas sudut, sin cos dan kawan-kawannya. pada saat itu saya mencoba belajar dengan sungguh-sungguh, awalnya ketika UTS saya gagal dan saya yakinkan diri "saya harus bisa lulus dari mata kuliah trigonometri ini, saya tidak mau mengulang karena itu hanya menghambat kuliah saya nantinya" saya belajar, berdoa hingga menitihkan air mata saking takutnya saya jikalau saya harus mengulang mata kuliah itu. dan pada akhirnya saat UAS pun tiba, saya berdoa meminta kepada Allah SWT agar dimudahkan ujian saya hari ini. ketika itu saya duduk pas depan pengawas, awalnya saya grogi luar biasa tetapi bismillah pasti saya bisa mengerjakannya. saya terpaku, menunduk mengerjakan soal tanpa menoleh kanan kiri dan dalam 90 menit waktu yang disediakan saya bisa menyelesaikannya dengan tingkat kepercayaan diri 100%, hehe
alhasil, saya mendapat nilai  B dan itu tandanya saya tidak akan mengulang mata kuliah itu lagi, haha. saya senang luar biasa padahal saya sudah gelisah kalau-kalau trigonometriku jelek.saya sangat berterimakasih kepada Allah SWT dan benar-benar sangat bersyukur.
nah, jikalau kita bersungguh-sungguh melakukan sesuatu dan melawan rasa malas dalam diri kita pasti yang kita dapatkan akan setimpal dengan usaha keras yang telah kita lakukan. jadi, kawan-kawan jangan pernah putus asa, teruslah belajar karena segala sesuatunya pasti ada jalan keluarnya. semanggaaaaattttttttt!!!!!
sekarang kawan-kawan, dari cerita saya apa yang dapat kalian simpulkan ?
oke, uda dulu yaaa :D
Wassalamualaikum wr. wb.

12 komentar:

  1. hai mbak dwi arimbi.. pengalaman mbak luar biasa.. tp sayang sekali trigonometri saya dapet C mbk.. miris sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, jgn cepat nyerah ya. Kan sesuai hobby km, ketika jatuh hrs tetep bangkit lg biar permainan nya jauh lebih baik ;)
      Semangggaaatttt. Pasti bisa.

      Hapus
  2. Akreditas mtk ahmad dhalan apa kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skrg B, tapi sedang menuju ke akreditas A pendidikan mtk ya

      Hapus
    2. Univ AD ada jurusan apa aj kak?

      Hapus
    3. banyak dek, ada belasan. km bisa cek di google dek.
      tapi UAD terkenal dengan farmasi nya yang bagus, sdh terakreditas A. skrg BK juga A. jurusan ku pendidikan mtk juga sedang dalam proses akreditas A. mohon doanya ya.
      km minta nya dimana ? ada fakultas hukum, psikolog, agama islam, keguruan dan ilmu pendidikan, farmasi, teknik industri, ekonomi, dll.

      Hapus
  3. (y)
    Saya komen yah dek. Hhm.
    Jangan terlalu di buat pusing dek kalau kuliah. Santai saja.
    Menurut saya, tidak ada gunanya kita cepat selesai kuliah, kalau ujung"nya malah kita jadi sarjana pengangguran. Hm banyak kan dimna-mana sarjana pengangguran.itu Menurut saya. Hehehe.
    Cari pengalaman di luar kampus, lakukan hal hal yg positif, jangan cuma akademik saja di pikir. Apalagi kalau matematika waah psti pusing skali kepala... Hhehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih kaka, tapi gada salahnya juga kan kalo kita bisa mempersingkat waktu. yaa setidaknya ada acuan biar giat belajar.
      hm, iya kalo soal itu saya juga sudah pikirkan namun ya tetep menyeimbangkan dengan kuliah saya. harus pintar-pintar ngatur waktu

      Hapus